Jenis Jenis Sablon Kaos, Kekurangan dan Kelebihannya
Pengertian Sablon (Screen Printing)
Sebelum membahas jenis jenis sablon kaos, saya akan mejelaskan sedikit pengertian sablon. Sablon adalah salah satu teknik mencetak gambar dengan menggunakan screen yang terbuat dari bahan nylon yang direntangkan dalam bingkai persegi yang terbuat dari bahan kayu atau aluminium. Kerapatan pori dari screen sendiri berbeda-beda tergantung jenis sablon yang digunakan.
Jenis-jenis sablon yang biasa diaplikasikan pada kaos
Berikut ini saya akan menjelaskan beberapa jenis sablon yang paling umum diaplikasikan di kaos.
1. Sablon Rubber
Sablon rubber adalah sablon dengan menggunakan cat berbahan dasar air (water base). Sifatnya menutup pori dari bahan kaos yang digunakan sebagai media cetak. Dalam hal ini tidak menutup pori 100% sehingga masih ada ruang untuk sirkulasi udara.
Kelebihan :
- Meskipun bersifat menutup pori bahan, kaos yang dicetak menggunakan tinta jenis rubber ini tetap sejuk dan nyaman digunakan sekalipun gambar yang dicetak berukuran besar.
- Bisa diaplikasikan pada semua jenis dan warna bahan kaos.
- Handfeel-nya lembut dan tidak kaku.
- Tidak rusak jika terkena setrika langsung
Kekurangan :
- Untuk pemakaian dalam waktu lama dan setelah proses pencucian berulang-ulang, sablon akan mulai mengalami kerontokan sedikit demi sedikit. Akan tetapi hal ini bisa diatasi apabila anda melakukan pencucian dengan baik dan benar.

2. Sablon Super White (SW)
Sablon Super White atau sablon SW hampir sama dengan rubber, bahan dasar cat-nya juga berbahan dasar air (water base). Perbedaan mendasar dengan sablon rubber adalah sablon jenis ini tidak menutup pori bahan kaos.
Kelebihan :
- Handfeel-nya sangat lembut dan hampir tidak terasa kalau ada sablonan
- Tidak rusak jika terkena setrika langsung
- Baik digunakan jika gambar yang ingin diaplikasikan berukuran besar
- Kaos menjadi sangat sejuk dan nyaman digunakan karena pori pori bahan sama sekali tidak tertutup sehingga sirkulasi udara tidak terganggu.
Kekurangan :
- Karena sifatnya meresap kedalam pori pori bahan, sablon jenis ini hanya cocok diaplikasin ke bahan katun dengan warna terang seperti putih, kuning muda, biru muda, dan lain lain agar mendapatkan hasil warna yang maksimal
- Untuk pemakaian dalam waktu lama dan setelah proses pencucian berulang-ulang, sablon akan mulai mengalami kerontokan sedikit demi sedikit. Akan tetapi hal ini bisa diatasi apabila anda melakukan pencucian dengan baik dan benar.
- Tidak cocok diaplikasikan ke bahan bahan polyester.

3. Sablon Dischage
Sablon discharge atau sering juga disebut dengan istilah cabut warna adalah sablon yang menurut saya dibuat untuk melengkapi kekurangan yang ada pada sablon super white. Secara umum sablon ini sama dengan sablon superwhite mulai dari karakteristiik cat sampai proses penyablonannya sama. Perbedaannya terletak pada formula cat yang digunakan, untuk sablon discharge ada penambahan serbuk odorless yang berfungsi untuk mengangkat/mencabut warna bahan kain sehingga kembali ke warna dasarnya (biasanya warna dasar kain adalah berwarna grey). Untuk saat ini jenis sablon ini sangat diminati dan kebanyakan produsen produsen kaos distro khususnya bandung mengaplikasikan sablon discharge pada produk kaos mereka.
Kelebihan :
- Handfeel-nya sangat lembut dan hampir tidak terasa kalau ada sablonan
- Tidak rusak jika terkena setrika langsung
- Baik digunakan jika gambar yang ingin diaplikasikan berukuran besar
- Kaos menjadi sangat sejuk dan nyaman digunakan karena pori pori bahan sama sekali tidak tertutup sehingga sirkulasi udara tidak terganggu.
- Bisa diaplikasikan ke berbagai jenis warna bahan baik warna terang ataupun gelap, warna yang dihasilkan tetap maksimal.
Kekurangan :
- Untuk pemakaian dalam waktu lama dan setelah proses pencucian berulang-ulang, sablon akan mulai mengalami kerontokan sedikit demi sedikit. Akan tetapi hal ini bisa diatasi apabila anda melakukan pencucian dengan baik dan benar.
- Tidak cocok diaplikasikan ke bahan bahan polyester.
- Menimbulkan bau menyengat pada awal proses sablon selesai, akan tetapi akan hilang dengan sendirinya. Pada kondisi tertentu bau kemungkinan susah hilang dan untuk mengatasinya adalah dengan melakukan proses washing.

4. Sablon Plastisol
Sablon plastisol adalah sablon dengan cat berbahan dasar minyak (oil base). Karakteristiknya menutup pori bahan kain secara maksimal dan tidak ada ruang buat sirkulasi udara. Jenis sablon ini sangat disukai karena tahan lama dan cocok digunakan pada gambar dengan tingkat detail yang tinggi atau gambar raster dengan ukuran dot yang kecil .
Kelebihan :
- Kualitas sablon awet dan tahan lama biarpun sudah melewati proses pencucian berulang ulang.
- Kualitas warna yang dihasilkan lebih maksimal.
- Sangat cocok digunakan untuk desain gambar raster.
Kekurangan :
- Sablon akan meleleh jika terkena setrika langsung. Untuk menghindari hal tersebut ada baiknya menyetrika bagian dalam kaos.
- Kurang cocok diaplikasikan pada gambar berukuran besar dan nge-blok karena akan sangat panas saat dipakai.

5. Sablon High Density
Jenis sablon ini sama dengan sablon plastisol. Perbedaannya hanya di ketebalan sablonnya. Sablon high density lebih tebal sehingga memberi efek timbul. Biasa diaplikasikan pada gambar-gambar berukuran kecil seperti nama brand dan logo.

6. Sablon Flocking
Ini merupakan salah satu teknik sablon yang tidak menggunakan cat. Sablon flocking sendiri merupakan serbuk fiber atau serbuk beludru yang ditempel pada kertas. Untuk proses pengerjaannya hampir sama dengan teknik sablon lainnya, bedanya pada bagian finishing, kertas flock ditempel pada kaos dan di press menggunakan mesin hot press dengan suhu sekitar 170-180 derajat celcius kemudian kertas flock dicabut sehingga serbuk flock menempel pada area gambar yang diinginkan.
Kelebihan :
- Secara visual terlihat keren dan elegan.
- Hand fell-nya lembut
Kekurangan :
- Apabila perawatannya tidak hati-hati (khsusunya pada saat pencucian), serbuk beludru bisa cepat rontok. Tidak dianjurkan menyikat bagian sablon.
- Tidak mendukung untuk diaplikasikan pada desain gambar dengan komposisi warna yang banyak.

7. Sablon Polyflex
Sablon polyflex adalah teknik sablon dengan menggunakan bahan vinyl yang di cutting secara digital sesuai dengan desain yang diinginkan untuk kemudian diaplikasikan ke kaos dengan menggunakan mesin hot press.
Kelebihan :
- Warna tidak mudah pudar.
- Outline gambar yang dihasilkan lebih detail dan tajam karena di-cutting secara digital.
- Cocok untuk produksi kaos dengan kuantiti sedikit.
- Proses pengerjaan jauh lebih cepat dibandingkan dengan jenis sablon yang lain.
Kekurangan :
- Variasi warna terbatas.
- Cost produksi lebih mahal.
- Tidak cocok diaplikasikan pada gambar berukuran besar karena selain biayanya mahal, ukuran bahan polyflex juga terbatas.

8. Sablon DTG
Sablon DTG ( Direct To Garment ) adalah metode atau teknik sablon inovasi terbaru menggunakan digital printer. Sesuai dengan namanya, teknik ini langsung mencetak gambar pada bahan kaos. Jadi secara proses pencetakan, metode ini tentunya lebih efisien dibandingkan metode sablon lainnya.
Kelebihan :
- Hasil cetakan lebih maksimal baik dari segi warna maupun detail gambar
- Cocok untuk produksi dengan kuantitas kecil.
Kekurangan :
- Biaya produksi mahal

Demikian penjelasan beberapa jenis sablon yang biasa digunakan pada kaos. Terlepas dari jenis sablon apapun yang digunakan, hal yang paling utama adalah bagaimana cara merawat kaos agar sablon tetap awet khususnya pada saat proses pencucian. Semoga bermanfaat .. 🙂


Recent Comments